Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak Anak Sejak Dini

Tujuan pendidikan yang tertuang dalam UU Sisdiknas no. 20 tahun 2003 tampaknya perlu dikaji lagi. Peserta didik yang diharapkan mampu mengembangkan kekuatan spiritual, pengendalian diri, berkepribadian cerdas serta berakhlakul karimah, nyatanya tidak kita lihat dalam proses belajar mengajar di sekolah. Aspek kognitif lebih ditekankan daripada nilai moral/akhlak. Hal ini disadari atau tidak disebabkan
karena berubahnya orientasi masyarakat dari belajar untuk mencari ilmu berubah menjadi belajar untuk mencari kerja. Akibatnya pendidikan akhlak tidak terintegrasi pada pribadi anak.

Krisis akhlak menjadi persoalan besar bangsa Indonesia saat ini. Bila kita membaca dan melihat tayangan-tayangan di media massa, banyak kita jumpai kasus-kasus kekerasan seperti pembunuhan, tawuran yang melibatkan lembaga pendidikan, dan yang lebih miris lagi kasus perzinaan yang melibatkan anak dibawah umur tak luput dari pemberitaan. Tak bisa dipungkiri kemerosotan akhlak yang terjadi adalah akibat dari pengaruh keluarga dan lingkungan sejak kecil. Penanaman akhlak sejak usia dini menjadi poin penting untuk
menghadapi dekadansi akhlak yang terjadi, dimana keluarga mempunyai peran utama dalam membentuk akhlak anak.

Permasalahannya sekarang, tidak semua orang tua paham akan pentingnya pendidikan akhlak dalam keluarga. Kebutuhan hidup yang semakin tinggi mengharuskan kedua orang tua untuk bekerja. Sementara pendidikan akhlak diserahkan sepenuhnya kepada guru. Fenomena inilah yang menjadi kajian dalam penelitian ini. Adapun fokus penelitian ini adalah pada peran orang tua dalam menanamkan akhlak anak di dusun Gesik RT. 002 RW. 001 desa Gesikharjo dengan sub fokus yang diteliti adalah perlakuan orang tua terhadap aktivitas anak serta perilaku/ akhlak anak dalam keseharian. Indikator dari pencapaian sementara pendidikan akhlak anak tersebut adalah : 1) Beribadah, seperti tata cara pelaksanaan sholat beserta bacaan-bacaannya, hafalan surat-surat pendekdan do’a sehari-hari.  2) Sikap sopan santun terhadap orang lain. 3) Menjaga kebersihan.

Nur Lailatul Fitri, Dosen PIAUD STAI Al Hikmah Tuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *