Sembilan Nilai Anti Korupsi dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Istilah “pendidikan sejak dini” digunakan untuk menyebut masa pendidikan paling awal yang dianggap sebagai masa dimana sesorang belum lahir atau masih dalam usia kandungan. Sedangkan “usia dini” yang biasa dikenal dengan istilah golden age adalah usia dimana anak berada pada rentang usia 0 sampai dengan 6 tahun (undang-undang SISDIKNAS tahun 2003), dan didefinisikan pula sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang unik. Masa ini adalah masa dimana paling tepat untuk menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam mengembangkan karakter baik dalam aspek agama, intelektual, sosial, emosional, moral dan spiritual yang dapat diberikan sejak anak dalam kandungan lewat prilaku ibunya.Pendidikan yang diberikan pada anak sejak dini diyakini mampu menjadi bekal pondasi yang kuat kedepannya bagi si anak. Oleh karena itu, pendidikan harus diberikan dengan tujuan yang jelas, yang bisa mengembangkan nilai-nilai kebaikan sebagaimana tersebut di atas. Pendidikan yang diberikan baik secara formal maupun informal diharapkan mampu menjadi pondasi dalam pembentukan moral anak didik.

Pendidikan anti korupsi merupakan salah satu bagian yang penting dalam pembentukan karakter anak yang memiliki integritas tinggi. Hal ini sesuai dengan norma yang ada di UUD 1945 dan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jika sekolah sudah memberikan pendidikan anti korupsi sebagai salah satu materi penting untuk diberikan maka sekolah akan menjadi tempat anak didik dalam membiasakan diri untuk memiliki nilai-nilai anti korupsi. Sekolah tidak hanya sebagai tempat yang melahirkan generasi intelektual tingggi, tapi juga akan melahirkan generasi yang memiliki nilai integritas moral yang tinggi, hal ini merupakan upaya preventif yang nyata dalam melakukan pencegahan perilaku koruptif yang berpotensi menjadi pidana korupsi kelak dikemudian hari. Doktrin anti korupsi yang telah dikenalkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut dengan SEMAI (Sembilan Nilai) kehidupan. Nilai-nilai ini dirumuskan dari nilai-nilai yang diyakini sebagai nilai-nilai kehidupan yang harus diamalkan agar setiap pribadi memiliki prilaku anti koruptif. Berita tentang maraknya kepala daerah, anggota dewan yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi adalah merupakan salah satu kegagalan dalam upaya men stop produk koruptor dari rumah, sekaligus menjadi tantangan besar buat kita semua baik dari kalangan pendidik atau orang tua.

Permasalah korupsi tidak bisa habis hanya dengan penindakan yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) saja. Jauh lebih penting dalam menyelesaikan masalah korupsi adalah upaya untuk melakukan pencegahan dari prilaku koruptif itu sendiri yang harus dimiliki oleh setiap individu. Keterlibatan diri kita untuk, memiliki tanggung jawab dan peranan, penting dalam menyiapkan generasi yang akan datang, sebagai generasi yang berintegritas dan menjadi rumah sebagai tempat pertama yang mampu menstop produksi koruptor sejak dini. Benih perilaku koruptif bisa dicegah sejak dini dengan mengajarkan dan memberikan tauladan kepada anak-anak lewat pendidikan berbasis keluarga. Benih prilaku koruptif yang terus dibiarkan memiliki potensi menjadi prilaku pidana korupsi dikemudian hari.

Fira Mubayyinah
Dosen STAI Al Hikmah Tuban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *